09 Jun 2008 11:41:49

SEKILAS POTRET PILWALI TERHADAP GENERASI MUDA KOTA BAU-BAU

Ketika awal tahun 2005, persiapan untuk menjadi “The Number One” telah mulai nampak. Pemetaan segala potensi yang ada di Kota Bau – Bau pun dilakukan dengan senantiasa melihat perkembangan situasi dan kondisinya. Diperkirakan, arah yang dijalankan adalah untuk bagaimana caranya menjadikan PILKADA yang nantinya akan digelar menjadi sukses sesuai rencana.

 

Kajian yang dilakukan oleh masing – masing tim elit kemudian menghasilkan berbagai rekomendasi, dalam hubungannya dengan usaha meraih kekuasaan. Kemudian terjawantahkan dalam bukti – bukti yang sampai hari ini tengah berjalan, upaya penyadaran pentingnya turut berpartisipasi dalam menentukan nasib daerah ke depan. Langkah – langkah yang diambil lalu berimbas membuat renggang banyak ikatan keluarga. Membuat keharmonisan yang ganjil, menciptakan pola – pola hubungan yang aneh, dan kalau boleh saya mengistilahkan dengan “election fever”.

 

Mengambil sampel, upaya penyadaran politik yang dilakukan adalah dengan pembangunan Posko – Posko (Pos Komando/Koordinasi) Basis Pendukung. Menjadi pemandangan umum serta tradisi, jika nantinya akan digunakan sebagai tempat minum minuman keras, tempat menonton TV, tempat berkumpul dengan segala aktivitas yang mengkhawatirkan, yang semua itu tidak lepas dari kehadiran pemuda yang menjadi penghuni posko – posko. Mau tidak mau kejadian itu tersuguh di depan hidung sendiri. Ikut serta dalam persaudaraan seketika atau tidak sama sekali dalam kemungkinan yang sangat kecil lalu, teralienasi.

 

Dan dalam jumlah yang relatif sedikit, tumbuh dalam benak mereka usaha – usaha yang dirasa efektif untuk mendapatkan kucuran bantuan dengan cepat, tanpa pengorbanan yang besar, dengan hanya bermanis mulut di depan kandidat PILWALI dengan harapan sebentarnya akan disambut dengan sejumlah Rupiah, namun aplikasi yang ada dilapangan tidak dijalankan. Penipu.

 

Alturistik yang ada saat ini, mudah – mudahan bukan sesuatu yang semu dan hanya bertahan pra PILWALI. Kemudahan yang diberikan kepada warga masyarakat, semakin nampak menjelang perhelatan akbar nanti. Menjadi rahasia umum jika menjadi baik ketika mempunyai maksud. Olehnya segalanya diupayakan secara maksimal untuk membuat semua orang menjadi percaya bahwa “dialah yang  terbaik sehingga layak untuk dipilih menjadi pemimpin”. Klise demikian menjadi begitu nyata dalam kehidupan sehari – hari dan terus dikumandangkan oleh tim – tim suksesi masing – masing pasangan calon, dalam fenomena “apakah yang dipercaya bisa dipercaya dapat membuat orang lain percaya kepada yang mempercayakannya“.

 

Kiranya apa yang terbaik untuk dapat dipelajari, diambil hikmahnya oleh generasi muda atas apa yang tengah terjadi hari ini di kota bau – Bau ? Apa yang bisa dibaca sebagai upaya mempergunakan akal ? Apa yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan mereka dari kemunafikan sosial ?

 

Secara pribadi saya merekomendasikan upaya sadar diri, membaca secara sadar gambaran yang ada. Perkelahian tak terlihat antar Om – Om jauh yang terkadang kita sebagai penonton terkena tinjuannya yang nyasar. Bahwa apa yang ada hari ini adalah menentukan nasib kita selama 5 tahun ke depan. Memilih pemimpin yang hanya karena keren – kerenan, kalau boleh saya katakan hanya akan menciptakan generasi plagiator, mencontek sebagai representatif kejumudan. Mencari dan memilih pemimpin mestilah ditempuh melalui mekanisme yang telah digariskan dalam aturan sampai kita terlahir di atas dunia. Sejarah telah mencatat jika mekanisme demikian adalah mumpuni sampai akhirnya menghantarkan yang dipimpinnya sesuai dengan social contract yang dilakukan.

 

Andaikan generasi muda saat ini sadar, bahwa mereka dapat belajar banyak tentang praksis kepemimpinan serta kemampuan dalam penganan urusan manusia, aplikatif ketimbang How To Win Friend And Influence People.



28 Des 2008 20:20:54   darlin

saya bangga dengan apa yang sudara lakukan untuk membuktikan bahwa anda adalah pemuda pertama dikota bau-bau yang mampu mempublikasikan sumber daya manusia dimata nasional maupun internasiona. Im very glad and energetic always ok.insaallah anda akan menjadi pemimpin yang propeticalisme dan bukan profesionalisme


Tulis komentar Anda
Nama

E-mail

Komentar