EMAIL : info@unidayan.ac.id
PHONE : (0402)2821138
Lagi-lagi 'BEM FKM Unidayan' Gelar Kegiatan Mulia - Donor Darah Universitas Dayanu Ikhsanuddin Baubau

Lagi-lagi 'BEM FKM Unidayan' Gelar Kegiatan Mulia - Donor Darah


artikel-lagi-lagi-bem-fkm-unidayan-gelar-kegiatan-mulia-donor-darah-2019-01-22-1548130005.jpg

Baubau - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan) bekerjasama Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Buton kembali menyelenggarakan donor darah di Aula FKM Unidayan, Senin (21/01/2019).

Dirilis oleh Pembina UKM Bahasa dan Jurnalistik Unidayan, Dahmar, SKM., M.Kes menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan yang kedua kalinya dilakukan oleh pengurus BEM FKM Unidayan. Total mahasiswa FKM yang ikut berpartisipasi sebayak 38 orang dan 1 orang dosen sehingga kegiatan donor darah ini menghasilkan 39 kantong darah.

Lembaga kemahasiswaan yang dipimpin oleh Jumaidin ini menjadikan kegiatan donor darah tersebut sebagai salah satu program kerjanya sejak awal.

Jumaidin berharap kegiatan ini bisa secara kontinu diselenggarakan setiap enam bulan, paling tidak sekali dalam setahun oleh pengurus BEM FKM ke depan.

"Saya berharap kegiatan donor darah ini dilakukan secara berkesinambungan, diupayakan dalam setahun dua kali atau paling tidak sekali," harapnya kepada pengurus BEM berikutnya.

Sementara itu, sebagai salah satu peserta donor dan akademisi FKM Unidayan, Dahmar, SKM., M.Kes juga sangat mengapresiasi kegiatan mulia ini.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang ikut andil dalam mensukseskan kegiatan ini. Khususnya kepada ketua BEM FKM dan segenap pengurusnya. Termasuk semua mahasiswa yang dengan keikhlasannya ikut serta mendonorkan darahnya, "ucapnya.

Lanjut menurut Dahmar, sebagai calon Sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM), mahasiswa FKM Unidayan diharapkan memiliki rasa empati terhadap sesama sejak dini. Salah satu bentuk empati tersebut yaitu adanya kemauan untuk mendonorkan darahnya guna membantu orang lain.

“Sebagai calon sarjana di bidang kesehatan dalam hal ini Sarjana Kesehatan Masyarakat, mahasiswa tentu sebaiknya memiliki modal empati terhadap sesama dari sekarang. Bersedia mendonorkan darahnya untuk membantu orang lain adalah bagian dari empati itu sendiri”, ungkapnya.

Dahmar juga menambahkan setidaknya ada tiga manfaat bagi seseorang yang mendonorkan darahnya, diantaranya membuat lebih sehat secara psikologis dan memperpanjang usia.

Sebuah penelitian dalam bidang psikologi menunjukkan bahwa orang yang mendonorkan darahnya dengan tujuan menolong orang lain memiliki risiko kematian yang lebih rendah dibandingkan dengan orang yang melakukan donor darah untuk kepentingan sendiri atau bahkan tidak mendonorkan darahnya sama sekali. Selain itu, menyumbangkan hal yang tidak ternilai harganya kepada yang membutuhkan akan membuat kita merasakan kepuasan psikologis.

Selain itu, lanjut Dahmar, donor darah juga bisa meningkatkan produksi sel darah merah.

Ketika donor, sel darah merah akan berkurang. Maka sumsum tulang belakang pun segera memproduksi sel darah merah baru guna menggantikan yang hilang. Tubuh pun sudah dapat menggantikan sel-sel darah merah yang hilang ketika didonorkan dalam beberapa minggu. Rajin melakukan donor darah berarti membuat tubuh kita menstimulasi pembentukan sel-sel darah yang baru.

Terakhir, manfaat donor darah, si pendonor sekaligus mengecek kesehatan. Sebab sebelum melakukan donor darah, biasanya suhu tubuh, tekanan darah, nadi, dan kadar hemoglobin (Hb) akan diperiksa.

Bagi yang belum mengetahui golongan darahnya, sekalian cek golongan darah. Dan biasanya setelah donor darah selesai dilakukan, darah akan dikirim ke laboratorium untuk menjalani 13 tes yang berbeda. Jika ada yang salah dengan darah kita, pihak laboratorium pasti akan segera menginformasikan hasilnya kepada si pendonor (***)