Penandatangan Kesepakatan Kerja Sama Antara Universitas James Cook Australia Dengan Universitas Dayanu Ikhsanuddin Bauba


artikel-penandatangan-kesepakatan-kerja-sama-antara-universitas-james-cook-australia-dengan-universitas-dayanu-ikhsanuddin-baubau-2018-07-03-1530618320.jpeg

Senin, 9 April 2018 bertempat di ruang rapat rektorat Universitas Dayanu Ikhsanuddin Kampus Palagimata Baubau, telah dilangsungkan penandatangan kesepakatan kerja sama antara Universitas James Cook (James Cook University – JCU), Australia dengan Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan) Baubau. 

Penandatanganan ini langsung dilakukan oleh Rektor Unidayan, Ir. LM Sjamsul Qamar M.T dengan perwakilan James Cook University, Carolyn Samantha Sherman, P. hD (cand.), yang disaksikan langsung oleh ketua Yayasan Pembina Unidayan dr. L.M Izat Manarfa, para dekan se-Unidayan, dosen, serta mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Dayanu Ikhsanuddin. 

Kerja sama ini adalah bagian dari projek Global FinPrint yang merupakan penelitian survey spesies ikan hiu dan pari terbesar di dunia (world’s largest reef shark and ray survey). Dan kerja sama penelitian yang akan dilakukan oleh Unidayan dengan JCU ini akan fokus pada survei dan monitoring spesies ikan hiu dan pari di Pulau Buton dan pulau-pulau sekitarnya. Survei ini bertujuan untuk memenuhi kekurangan data keberadaan hiu karang dan pari di indonesia. Data ini nantinya akan bermanfaat bagi program manajemen dan perlindungan spesis kelautan khsusnya hiu dan pari terumbu karang. 

Survei ini akan didukung oleh peralatan video bawah air jarak jauh berumpan (Baited Remote Underwater Video disingkat BRUV) yang di pasang di tempat-tempat terpilih. 

Lebih lanjut, sebagai bagian dari kerja sama ini, juga akan dilakukan program pengembangan kapasitas mahasiswa dan dosen melalui pelatihan dan workshop, yang meliputi pelatihan teknik survei Terumbu, pengoperasian BRUV dan monitoring terumbu karang. Memungkinkan pertukaran informasi saintifik dan teknis di bidang perikanan dan publikasi gabungan dari hasil penelitian di Indonesia.

MoU yang tandatangani berlaku sejak ditandatangani dan berlaku selama dua tahun. Sementara itu, proses pengambilan data akan dimulai pada bulan Juni, dan berlangsung berlangsung selama tiga bulan (Juni, Juli dan Agustus), dengan Fakultas Perikanan, Universitas Dayanu Ikhsanuddin dan The Centre for Sustainable Tropical Fisheries & Aquaculture (CSTF&A) sebagai pelaksananya dilapangan.

Saat ini sedang dilakukan dilakukan proses pengurusan izin penelitian di tingkat pusat dan daerah. 

(Ymn)"