PHONE : (0402)2821138
Sejarah Universitas Dayanu Ikhsanuddin Baubau

Sejarah


Universitas Dayanu Ikhsanuddin (bahasa InggrisDayanu Ikhsanuddin University) atau yang lebih dikenal dengan nama Unidayan merupakan universitas swasta pertama di Pulau Buton, terletak di Kota BaubauSulawesi Tenggara yang didirikan pada tahun 1982. Unidayan mencetak sejarah sebagai perguruan tinggi swasta pertama yang mengelola Program Pascasarjana di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara. Unidayan pada awal tahun 2012, menduduki peringkat kedua perguruan tinggi terbaik yang ada di Provinsi Sulawesi Tenggara yang juga berarti sebagai perguruan tinggi swasta terbaik di Provinsi Sulawesi Tenggara versi (4ICU) sebuah web yang sering memberikan update tentang peringkat webranking universitas di seluruh belahan dunia. Bukan hanya pada 4ICU, Unidayan juga mendapat pengakuan yang sama versi

Melalui pertimbangan bahwa para pemuda-pemudi di Buton setamat SMA harus keluar pulau Buton untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Kendari, Makassar dan di pulau Jawa. Keadaan tersebut pasti membutuhkan dana yang cukup besar dan memberatkan para orang tua sedangkan kondisi masyarakat Buton pada umumnya masih sederhana dengan kemampuan ekonomi sangat terbatas. Atas pertimbangan tersebut maka:

Saat ini UNIDAYAN membina 8 fakultas dengan 15 program studi untuk jenjang S1 dan 1 program studi untuk jenjang S2 dengan jumlah mahasiswa 5.792. Tenaga pendidik atau dosen di UNIDAYAN memiliki kualifikasi pendidikan S3 sebanyak 10 orang, S2 sebanyak 170 orang, dan S1 sebanyak 10 orang. Saat ini, 9 orang dosen yang berkualifikasiS1 sedang melanjutkan pendidikannya ke jenjang S2, dan 18 orang dosen sedang melanjutkan kuliah ke jenjang S3. Berdasarkan kualifikasi pangkat akademik, UNIDAYAN memiliki 1 Guru Besar, 17 Lektor Kepala, 57 Lektor, 80 Asisten Ahli, dan 35 Tenaga Pengajar. Dalam hal sarana dan prasarana, UNIDAYAN memiliki 3 gedung perkuliahan, perpustakaan pusat, laboratorium komputer, laboratorium Bahasa Inggris, laboratorium Fisika dan Kimia, lapanganolah raga, baruga, dan masjid.

Sebagai institusi pendidikan tinggi yang berdiri di pusat eks Kesultanan Buton, UNIDAYAN memiliki kebanggaan tersendiri untuk menjadikan nilai-nilai moral dan kearifan lokal sebagai hal yangfundamental dalam penyelenggaraan tri dharma perguruan tinggi. Oleh karena itu, UNIDAYAN memiliki ciri khas Akhlak dan Budaya sebagai perwujudan komitmen untuk melestarikan nilai-nilai budaya Buton (Wolio) di tengah kepungan budaya modern dan sekularisme.

Sementara itu, untuk menampung dan menyalurkan aspirasi mahasiswa, serta meningkatkan kemampuan penalaran, minat bakat, dan kesejahteraan mahasiswa telah dibentuk berbagai organisasi kemahasiswaan baik di tingkat universitas maupun tingkat fakultas, diantaranya Presiden Mahasiswa (PRESMA) dan Badan EksekutifMahasiswa (BEM), serta puluhan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang telah banyak mengukir prestasi di tingkat Kota ataupun Provinsi.

Sebagai Perguruan Tinggi Swasta tertua di Kota Baubau, UNIDAYAN senantiasa melakukan evaluasi secara terus-menerus dalam rangka penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran berstandar mutu nasional sesuai dengan kebutuhan pengguna jasa lulusan, penelitian berstandar mutu nasional berbasis sumber daya lokal dan pengabdian pada masyarakat berbasis pemberdayaan masyarakat, serta meningkatan sarana dan prasarana pembelajaran. Saat ini, UNIDAYAN telah menghasilkan 9.672 alumni yang tersebar di berbagai institusinegeri atau pun swasta. Alumni UNIDAYAN berintegritas dan berdaya saing tinggi, berkarakter dan berkepribadian budaya lokal serta mampu mengembangkan bidang entrepreneurship sesuai bidang ilmunya. Di dunia kerja, tidak sedikit alumni UNIDAYAN yang menjadi pemimpin, baik pada institusi negeri atau pun swasta.