Baubau, 1 Agustus 2024 - Universitas Dayanu Ikhsanuddin menjadi tuan rumah dalam acara Pendampingan Penyusunan Buku Panduan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang diselenggarakan oleh LLDIKTI Wilayah IX. Acara yang diadakan di Ruang Rektorat Universitas Dayanu Ikhsanuddin ini dihadiri oleh perwakilan dari delapan perguruan tinggi di Kepulauan Buton, yaitu Universitas Dayanu Ikhsanuddin, Universitas Muslim Buton, Universitas Karya Persada Muna, Universitas Muhammadiyah Buton, STIKES IST Buton, Politeknik Baubau, Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Buton, dan STKIP Pelita Nusantara Buton.

Mewakili Kepala LLDIKTI, Kepala Bagian Umum LLDIKTI WIL.IX Bapak Syahruddin, S.T., M.T., yang menyampaikan pentingnya penyusunan kurikulum yang sesuai dengan karakteristik dan visi misi masing-masing perguruan tinggi. "Kurikulum yang disusun harus mencerminkan kemerdekaan dalam belajar dan tidak hanya menjadi dokumen administrasi, namun juga harus dijalankan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa," ujar beliau.
Pendampingan penyusunan kurikulum MBKM ini dipandu oleh dua narasumber ahli, yaitu Dr. Mulyadi Hamid, S.E., M.Si. dan Kepala LLDIKTI Wilayah IX yang diwakili oleh Syahruddin, S.T., M.T., Keduanya memberikan panduan komprehensif mengenai penyusunan kurikulum yang inovatif dan sesuai dengan prinsip-prinsip MBKM.

Dr. Mulyadi Hamid dalam sesinya menekankan pentingnya penyusunan program studi yang tidak hanya formalitas administrasi, tetapi juga harus diimplementasikan dengan baik dan berfokus pada pengembangan kompetensi mahasiswa. Beliau juga menyampaikan bahwa kurikulum MBKM harus fleksibel dan memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan minat dan bakat mereka melalui berbagai program seperti magang, proyek penelitian, dan kegiatan kewirausahaan.
Selain itu, Bapak Dr. Mulyadi Hamid, menekankan pentingnya kolaborasi antar perguruan tinggi dalam menyusun dan mengimplementasikan kurikulum MBKM. "Kolaborasi antar perguruan tinggi sangat penting untuk menciptakan kurikulum yang holistik dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Acara ini berlangsung dengan diskusi dan tanya jawab yang interaktif, di mana para peserta dari berbagai perguruan tinggi aktif berpartisipasi dan berbagi pengalaman serta tantangan dalam penyusunan kurikulum MBKM.
Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. Rasmuin, S.Pd., M.Pd., menyampaikan terima kasih kepada LLDIKTI Wilayah IX bersama panitia atas terlaksananya kegiatan ini, juga kepada Dr. Mulyadi Hamid, S.E., M.Si., serta perwakilan Perguruan Tinggi yang mengikuti acara Pendampingan Penyusunan Kurikulum MBKM.

Dengan adanya pendampingan ini, diharapkan setiap perguruan tinggi di Kepulauan Buton dapat menyusun kurikulum MBKM yang inovatif dan relevan, sehingga mampu mencetak lulusan yang siap menghadapi tantangan global dan berkontribusi positif bagi masyarakat.