Baubau, 3 Maret 2026 — Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan) menyelenggarakan kegiatan Pendampingan Pelaporan Hasil Penilaian Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan akademik dan penguatan implementasi program RPL di lingkungan universitas.Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 03 Maret 2026, pukul 09.00 WITA hingga selesai, bertempat di Baruga La Ode Malim Universitas Dayanu Ikhsanuddin. Kegiatan menghadirkan unsur pimpinan universitas serta seluruh tim yang terlibat dalam pelaksanaan program RPL.Peserta yang diundang dalam kegiatan ini meliputi Wakil Rektor lingkup Unidayan, Ketua dan Sekretaris Tim RPL Universitas, Tim RPL Program Pascasarjana dan Fakultas, Tim Asesor/Penilai RPL, Tim Komite RPL, serta Operator RPL Universitas Dayanu Ikhsanuddin.Pelaksanaan pendampingan ini bertujuan untuk memastikan proses pelaporan hasil penilaian RPL berjalan secara sistematis, akuntabel, dan sesuai dengan standar pelaksanaan pendidikan tinggi. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi forum koordinasi bersama dalam menyamakan persepsi terkait mekanisme penilaian dan pelaporan RPL di setiap program studi.Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh tim pelaksana RPL dapat meningkatkan pemahaman teknis serta kualitas pengelolaan administrasi akademik, sehingga implementasi Rekognisi Pembelajaran Lampau di Universitas Dayanu Ikhsanuddin dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya bagi peserta didik yang memiliki pengalaman kerja maupun pembelajaran nonformal.Universitas Dayanu Ikhsanuddin terus berkomitmen mendukung kebijakan Merdeka Belajar melalui penyelenggaraan program RPL sebagai bentuk pengakuan atas capaian pembelajaran yang diperoleh di luar jalur pendidikan formal.
SelengkapnyaUnidayan – Dalam semangat peningkatan mutu pendidikan di bulan suci Ramadhan, Universitas Dayanu Ikhsanuddin menggelar rapat strategis akademik yang dilaksanakan pada Selasa (24/02) pukul 09.00 WITA bertempat di Ruang Rapat Rektorat.Rapat dipimpin langsung oleh Rektor bersama jajaran Wakil Rektor dan pimpinan unit terkait guna membahas sejumlah agenda penting dalam penguatan tata kelola akademik dan peningkatan kualitas institusi.Adapun agenda utama yang dibahas meliputi:Persiapan Akreditasi InstitusiPimpinan universitas menekankan pentingnya kesiapan seluruh unit dalam melengkapi dokumen, memperkuat data dukung, serta memastikan standar mutu terpenuhi secara komprehensif. Akreditasi institusi menjadi langkah strategis dalam meningkatkan daya saing dan kepercayaan publik terhadap Unidayan. 2. Persiapan Perkuliahan Semester Genap TA 2025/2026Rapat juga membahas kesiapan perkuliahan semester genap, termasuk kesiapan dosen, jadwal perkuliahan, sistem akademik, serta optimalisasi layanan mahasiswa agar proses belajar mengajar berjalan efektif dan kondusif. 3. Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL)Dalam upaya mendukung kebijakan pendidikan yang inklusif, universitas memperkuat implementasi program RPL sebagai bentuk pengakuan terhadap pengalaman kerja dan pembelajaran nonformal masyarakat. 4. Pembahasan Cek PlagiasiKomitmen terhadap integritas akademik menjadi perhatian serius. Universitas menegaskan pentingnya penggunaan sistem cek plagiasi guna menjaga orisinalitas karya ilmiah mahasiswa maupun dosen.Melalui rapat ini, pimpinan universitas berharap seluruh sivitas akademika dapat bersinergi dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan, khususnya dalam momentum Ramadhan yang penuh refleksi dan peningkatan kualitas diri.“Bulan Ramadhan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen, disiplin, dan integritas dalam membangun institusi yang unggul dan berdaya saing,” demikian salah satu poin penegasan dalam rapat.Dengan langkah strategis ini, Unidayan terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada mutu.
SelengkapnyaBaubau — Dosen Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan) Baubau, La Ode Abdul Munafi, Doctor of Philosophy, turut menghadiri kegiatan Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Baubau Tahun 2027 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Kota Baubau.Kegiatan yang berlangsung dalam suasana dialogis tersebut menghadirkan unsur pemerintah daerah, akademisi, serta pemangku kepentingan lainnya sebagai bagian dari proses penyusunan perencanaan pembangunan daerah yang partisipatif dan berbasis kebutuhan masyarakat.Sebagai akademisi dan dosen di Universitas Dayanu Ikhsanuddin Baubau, La Ode Abdul Munafi memberikan pandangan akademik terkait pentingnya penguatan Sektor Prioritas Pemajuan Kebudayaan dan Pengembangan Ekonomi Kreatif sebagai bagian integral dari arah pembangunan Kota Baubau Tahun 2027. Menurutnya, kebudayaan tidak hanya menjadi identitas dan kekayaan historis daerah, tetapi juga memiliki potensi strategis sebagai motor penggerak ekonomi berbasis kreativitas dan kearifan lokal.Ia menekankan bahwa Kota Baubau memiliki modal sosial dan budaya yang kuat, yang apabila dikelola secara sistematis dan berbasis kajian ilmiah, dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Pengembangan subsektor ekonomi kreatif seperti seni pertunjukan, kriya, kuliner tradisional, hingga digital kreatif perlu diarahkan dalam kebijakan yang terintegrasi dengan sektor pendidikan dan riset perguruan tinggi.Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa peran perguruan tinggi sangat penting dalam menyediakan data, kajian akademik, serta rekomendasi strategis guna mendukung perumusan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy). Sinergi antara pemerintah daerah dan akademisi diharapkan mampu memperkuat posisi kebudayaan sebagai fondasi pembangunan sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi kreatif daerah di tingkat regional maupun nasional.Keterlibatan dosen Unidayan dalam forum strategis ini merupakan wujud nyata peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah melalui kontribusi keilmuan dan pemikiran berbasis riset. Hal ini sejalan dengan komitmen Universitas Dayanu Ikhsanuddin sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di Kota Baubau.Melalui partisipasi ini, diharapkan sinergi antara akademisi dan pemerintah daerah semakin kuat dalam merumuskan kebijakan yang adaptif, inovatif, serta berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Selengkapnya