Baubau – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan), melaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat dan Bakti Sosial di Desa Banabungi, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton, pada 4–6 Agustus 2026.Kegiatan yang mengusung tema "Aksi Nyata Bersinergi dan Berdaya Bersama Masyarakat Desa Banabungi" tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama proses perkuliahan melalui berbagai program yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.Rangkaian kegiatan diawali dengan penyambutan mahasiswa oleh Kepala Desa Banabungi, La Ode Mursalim Patu, di Aula Kantor Desa Banabungi. Kegiatan tersebut turut didampingi oleh dosen pembimbing lapangan, yaitu La Ode Zulfikar Hibali, S.I.P., M.Si., dan La Ode Dwiyan Pramono Darmin, S.I.P., M.Si.Ketua panitia, Windi Wulandari, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dirancang sebagai sarana pembelajaran sekaligus bentuk kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat."Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi pelaksanaan program kerja organisasi, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial, edukasi, dan pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal," ujarnya.Menurutnya, terdapat beberapa agenda utama yang dilaksanakan, antara lain kerja bakti bersama masyarakat, sosialisasi Program Studi Ilmu Administrasi Negara di MAN 1 Buton, serta seminar kewirausahaan yang membahas pemanfaatan hasil laut menjadi produk bernilai ekonomi.Salah satu program unggulan dalam kegiatan tersebut adalah pelatihan pengolahan ikan menjadi kerupuk amplang. Program ini dipilih karena sebagian besar masyarakat Desa Banabungi berprofesi sebagai nelayan sehingga potensi sumber daya laut dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan.Sementara itu, dosen pendamping lapangan, La Ode Dwiyan Pramono Darmin, S.I.P., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat merupakan bagian penting dari proses pembentukan karakter mahasiswa.Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki kepedulian sosial serta kemampuan untuk menerapkan pengetahuan akademik dalam kehidupan bermasyarakat."Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat bukan untuk mengajarkan, melainkan membangun kolaborasi dan saling belajar. Masyarakat memiliki pengalaman yang sangat berharga, sedangkan mahasiswa membawa pendekatan ilmiah yang dapat dipadukan untuk menghasilkan solusi yang bermanfaat," tuturnya.Ia juga mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh Pemerintah Desa Banabungi selama kegiatan berlangsung.Di sisi lain, Kepala Desa Banabungi, La Ode Mursalim Patu, menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada desanya sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan.Menurutnya, kehadiran mahasiswa dapat menjadi energi positif bagi masyarakat, terutama dalam mendorong peningkatan pengetahuan, keterampilan, serta partisipasi masyarakat dalam berbagai kegiatan pembangunan desa.Selama dua hari pelaksanaan kegiatan, mahasiswa dan masyarakat terlihat aktif berpartisipasi dalam setiap agenda yang telah disusun. Selain memperoleh pengalaman baru, mahasiswa juga mendapatkan kesempatan untuk memahami secara langsung berbagai kondisi sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat setempat. Melalui kegiatan ini, HMPS Ilmu Administrasi Negara FISIP Unidayan kembali menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program yang berorientasi pada penguatan kapasitas masyarakat sekaligus mendukung pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
SelengkapnyaUniversitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan) gelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Diferensiasi Misi Universitas Dayanu Ikhsanuddin sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas institusi sekaligus meningkatkan daya saing di tingkat regional, nasional, dan global.Kegiatan yang berlangsung di Baruga La Ode Malim, Kampus Universitas Dayanu Ikhsanuddin, ini menjadi langkah strategis universitas dalam melakukan penajaman terhadap visi, misi, tujuan, serta sasaran institusi guna mewujudkan arah pengembangan universitas pada masa mendatang.Rektor Universitas Dayanu Ikhsanuddin, Ir. L. M. Sjamsul Qamar, M.T., IPU., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen universitas dalam membangun tata kelola pendidikan tinggi yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.Melalui forum tersebut, Unidayan menghadirkan berbagai unsur pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, unsur yayasan, pimpinan universitas, kalangan akademisi, alumni, hingga perwakilan dunia usaha dan dunia industri.Beberapa pihak yang turut diundang dalam kegiatan tersebut antara lain Wali Kota Baubau, Bupati Buton, Bupati Buton Tengah, Bupati Buton Selatan, Bupati Buton Utara, Bupati Wakatobi, Bupati Bombana, Bupati Muna, dan Bupati Muna Barat. Selain itu, jajaran pimpinan Universitas Dayanu Ikhsanuddin, perwakilan dosen, alumni, serta sejumlah tokoh masyarakat dan mitra strategis universitas juga akan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.FGD ini diharapkan dapat menghasilkan berbagai gagasan, masukan, dan rekomendasi konstruktif yang dapat menjadi landasan dalam memperkuat keunggulan kompetitif Universitas Dayanu Ikhsanuddin di tengah persaingan dunia pendidikan tinggi yang semakin dinamis. Melalui kegiatan ini, Universitas Dayanu Ikhsanuddin kembali menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang berkualitas, relevan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkuat perannya sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi terkemuka di wilayah Kepulauan Buton dan Sulawesi Tenggara.
SelengkapnyaBaubau, 29 Juli 2026 – Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan) melaksanakan kegiatan pembekalan bagi mahasiswa yang akan mengikuti Pengenalan Belajar Lapangan (PBL) I dan PBL III di Kecamatan Kapontori dan Kecamatan Lea-Lea. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya fakultas dalam mempersiapkan mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang telah diperoleh selama perkuliahan secara langsung di tengah masyarakat.Pembekalan tersebut diikuti oleh ratusan mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat yang akan melaksanakan kegiatan lapangan sebagai salah satu tahapan penting dalam proses pembelajaran berbasis pengalaman. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengidentifikasi berbagai persoalan kesehatan masyarakat sekaligus menyusun langkah-langkah strategis dalam upaya penyelesaiannya.Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Dayanu Ikhsanuddin, Dr. Rininta Andriani, S.Sos., M.Kes., menjelaskan bahwa kegiatan PBL menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kurikulum pendidikan kesehatan masyarakat. Program tersebut dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan dalam memahami kondisi kesehatan masyarakat berdasarkan situasi yang dihadapi secara nyata di lapangan.Menurutnya, kegiatan PBL tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kemampuan akademik mahasiswa, tetapi juga untuk mengembangkan keterampilan dalam berkomunikasi, melakukan observasi, mengolah data, serta menyusun rekomendasi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.Melalui pelaksanaan PBL I dan PBL III, mahasiswa diharapkan mampu memperkuat pemahaman terhadap berbagai aspek kesehatan masyarakat, mulai dari identifikasi masalah, analisis situasi, hingga penyusunan program intervensi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Dayanu Ikhsanuddin dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.Dengan adanya kegiatan pembekalan tersebut, diharapkan seluruh mahasiswa dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat di wilayah Kecamatan Kapontori dan Kecamatan Lea-Lea.
Selengkapnya