Baubau, 27 April 2026 - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan). Cahaya Andini, mahasiswa Semester II Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unidayan, berhasil meraih Beasiswa Iqro yang diselenggarakan oleh Komang Foundation dan didanai oleh Raim La Ode.Beasiswa Iqro merupakan program pengembangan pendidikan yang ditujukan bagi mahasiswa berprestasi dan memiliki komitmen kuat terhadap pengembangan diri serta kontribusi sosial di masyarakat. Program ini diikuti oleh ratusan pendaftar dari berbagai perguruan tinggi.Tercatat sebanyak 600 peserta mengikuti proses seleksi administrasi. Setelah melalui tahapan seleksi yang ketat, hanya 33 peserta yang dinyatakan lolos ke tahap wawancara. Dari jumlah tersebut, panitia akhirnya menetapkan 10 orang penerima beasiswa, termasuk Cahaya Andini sebagai salah satu penerima terpilih.Keberhasilan ini menjadi bukti kualitas mahasiswa Unidayan yang mampu bersaing di tingkat nasional sekaligus menunjukkan komitmen kampus dalam mendorong mahasiswa untuk aktif meraih peluang pengembangan akademik dan nonakademik.Pihak Program Studi Sosiologi FISIP Unidayan menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut dan berharap prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus meningkatkan kompetensi, prestasi akademik, serta kontribusi sosial di tengah masyarakat.Melalui pencapaian ini, Universitas Dayanu Ikhsanuddin terus menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang melahirkan mahasiswa unggul, berdaya saing, dan siap memberikan dampak positif bagi bangsa dan daerah.Baca juga berita:UNIVERSITAS DAYANU IKHSANUDDIN SIAP BUKA PROGRAM STUDI KEDOKTERAN DI BAUBAU, KUOTA TERBATAS HANYA 50 MAHASISWAUNIDAYAN BERSAMA NGABILA CARE SUKSES GELAR VAKSINASI HPV DOSIS ITIGA DOSEN UNIVERSITAS DAYANU IKHSANUDDIN TERIMA TANDA KEHORMATAN SATYALANCANA KARYA SATYA DARI LLDIKTI WILAYAH IX
SelengkapnyaUniversitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan) menunjukkan komitmennya dalam mendukung implementasi Peraturan Daerah Kota Baubau Nomor 4 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) melalui penyelenggaraan Rapat Senat Universitas yang secara resmi menetapkan Nomenklatur Kampus Tanpa Rokok di lingkungan Unidayan. Rapat Senat tersebut dilaksanakan sebagai bentuk keseriusan institusi dalam melakukan breakdown kebijakan pemerintah daerah ke dalam kebijakan internal kampus guna menciptakan lingkungan akademik yang sehat, nyaman, dan bebas asap rokok.Kegiatan rapat dibuka oleh Sekretaris Senat Universitas Dayanu Ikhsanuddin, Prof. Dr. Andi Tendri, M.Si., yang dalam pengantarnya menyampaikan pentingnya peran perguruan tinggi sebagai pelopor budaya hidup sehat serta agen perubahan sosial di masyarakat.Selanjutnya, Rapat Senat secara resmi dipimpin dan dibuka oleh Ketua Senat Universitas Dayanu Ikhsanuddin, Ir. L.M. Sjamsul Qamar, M.T., IPU., serta dihadiri oleh seluruh anggota senat di lingkup Universitas Dayanu Ikhsanuddin. Dalam forum tersebut, disepakati penetapan nomenklatur Kampus Tanpa Rokok sebagai langkah strategis Unidayan dalam mendukung kebijakan Kawasan Tanpa Rokok Kota Baubau sekaligus memperkuat citra kampus sebagai institusi pendidikan yang peduli terhadap kesehatan sivitas akademika dan lingkungan.Penetapan ini diharapkan menjadi dasar implementasi berbagai kebijakan turunan, termasuk pengaturan area bebas rokok, edukasi kesehatan, serta pengawasan bersama di lingkungan kampus. Melalui kebijakan ini, Universitas Dayanu Ikhsanuddin menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang akademik yang sehat, produktif, dan kondusif bagi seluruh sivitas akademika.Baca juga berita:TIGA DOSEN UNIVERSITAS DAYANU IKHSANUDDIN TERIMA TANDA KEHORMATAN SATYALANCANA KARYA SATYA DARI LLDIKTI WILAYAH IXUNIVERSITAS DAYANU IKHSANUDDIN BERSAMA NGABILA CARE SUKSES GELAR VAKSINASI HPV DOSIS IUNIDAYAN TERAPKAN WFH SETIAP SABTU DUKUNG EFISIENSI ENERGI NASIONAL
SelengkapnyaBaubau, 18 April 2026 – Mahasiswa Program Studi Sastra, Bahasa, Seni, dan Sejarah, Yusni Desvitha Maharani, berhasil lolos sebagai Finalis Olimpiade Penelitian Indonesia (OPI) 2026 pada bidang Ilmu Pengetahuan Sosial, Humaniora, dan Kebijakan.Mahasiswa tersebut mengangkat penelitian berjudul “Strategi Kolaboratif Dalam Melestarikan Warisan Budaya Maritim Tuturangiana Andala di Kota Baubau.” Penelitian ini menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, akademisi, serta pemangku kepentingan lainnya dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya maritim sebagai identitas lokal masyarakat Kepulauan Buton.Olimpiade Penelitian Indonesia (OPI) 2026 mengusung tema “Penelitian dan Inovasi untuk Indonesia Berdampak”, yang bertujuan mendorong lahirnya penelitian inovatif yang mampu memberikan solusi nyata bagi pembangunan bangsa.Kegiatan final Olimpiade Penelitian Indonesia (OPI) 2026 dijadwalkan akan diselenggarakan di Universitas AKPRIND Yogyakarta pada tanggal 5–9 Mei 2026, dengan menghadirkan finalis terbaik dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.Keberhasilan mahasiswa Administrasi Negara FISIP Unidayan menjadi bukti komitmen universitas dalam meningkatkan budaya riset dan inovasi mahasiswa. Partisipasi dalam ajang nasional ini diharapkan mampu memperluas wawasan akademik, memperkuat jejaring ilmiah, serta meningkatkan daya saing mahasiswa di tingkat nasional.Pimpinan Universitas Dayanu Ikhsanuddin memberikan apresiasi atas capaian tersebut dan berharap prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa untuk terus aktif dalam penelitian ilmiah yang berdampak bagi masyarakat dan pembangunan daerah.Melalui pencapaian ini, Universitas Dayanu Ikhsanuddin terus menunjukkan eksistensinya sebagai perguruan tinggi yang konsisten melahirkan generasi akademisi muda yang unggul, inovatif, dan berdaya saing nasional.
Selengkapnya