research
  • 30 Aug
  • 2024

LEMBAGA RISET DAN INOVASI (LeRIn) UNIDAYAN SUKSES GELAR PEMUTARAN FILM DOKUMENTER, PAMERAN FOTO DAN DISKUSI BUDAYA "POMANDUNO: GENERASI TERAKHIR PEMBUAT GERABAH DI PULAU BUTON"

  • Oleh Unidayan Operator

Unidayan, 30 Agustus 2024 - Lembaga Riset dan Inovasi (LeRIn) Unidayan berhasil menyelenggarakan acara pameran foto, pemutaran film dokumenter dan diskusi budaya berjudul "Pomanduno, Generasi Terakhir Pembuat Gerabah Tatap Landas di Pulau Buton". Acara yang bertempat di Baruga Istana Ilmiah Unidayan.

Film dokumenter ini merupakan karya Rustam Awat, S.S., M.Hum., Seorang dosen Program Studi Pendidikan Sejarah Unidayan, yang juga dikenal sebagai seniman dan penggiat budaya. Karya ini lahir dari kegelisahan dan keprihatinan terhadap kondisi para pomanduno, pengrajin gerabah tradisional di Pulau Buton, yang semakin hari semakin berkurang jumlahnya. Melalui film ini, Rustam Awat mencoba merekam perjalanan para pengrajin gerabah yang kini menjadi generasi terakhir yang mewarisi keahlian membuat gerabah dengan teknik tatap landas, sebuah teknik pembuatan gerabah tradisional yang telah dikenal sejak zaman prasejarah.

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan. Hadir dalam acara tersebut, Dr. Syamsul Una, S.Pd., M.Pd., Wakil Rektor Bidang Kerjasama, Pengembangan, dan Sistem Informasi Unidayan, serta Dr. La Ode Syaiful Islamy H., S.Sos., M.Si., Kepala LeRIn Unidayan. Turut hadir pula tokoh seni dan budaya, Dr. Laode Abdul Munafi, S.Pd., M.Pd., yang juga merupakan Dosen Program Studi Ilmu Hukum Unidayan, bersama dengan sejumlah tokoh seni dan budaya lainnya.

Diskusi budaya yang menyertai pemutaran film ini membahas secara mendalam tentang tradisi pembuatan gerabah dan tantangan yang dihadapi oleh para pengrajin gerabah di Pulau Buton. Para peserta diskusi mengapresiasi usaha pelestarian budaya ini dan menggarisbawahi pentingnya upaya dokumentasi serta pengembangan kapasitas para pengrajin untuk menjaga keberlangsungan tradisi yang hampir punah ini.

Pameran foto yang diselenggarakan bersamaan dengan pemutaran film turut menampilkan potret-potret para pomanduno dalam aktivitas sehari-hari mereka. Foto-foto ini menggambarkan perjuangan dan dedikasi para pengrajin dalam mempertahankan tradisi yang diwariskan oleh leluhur mereka. Karya visual ini tidak hanya menyajikan keindahan seni gerabah, tetapi juga menyampaikan pesan penting mengenai kelestarian budaya lokal.

Acara ini terselenggara atas dukungan dari program Dana Indonesiana, yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Program ini bertujuan untuk mendukung kegiatan-kegiatan yang berkontribusi terhadap pelestarian budaya dan pengembangan seni tradisional di Indonesia.

Melalui pemutaran film dokumenter dan pameran foto ini, Kepala LeRIn Unidayan, Bapak Dr. La Ode Syaiful Islamy H., S.Sos., M.Si., berharap dapat menginspirasi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih peduli terhadap warisan budaya lokal dan berperan aktif dalam upaya pelestariannya. Acara ini juga menjadi bukti komitmen Unidayan dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam hal pengabdian kepada masyarakat dan pengembangan budaya.


Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan tradisi pembuatan gerabah di Pulau Buton tetap terjaga dan dapat terus diwariskan kepada generasi mendatang, sehingga budaya dan kearifan lokal yang menjadi identitas masyarakat Buton tidak akan hilang ditelan zaman.