Baubau, 18 Oktober 2024 – Setelah sebelumnya diumumkan pada tanggal 4 Oktober 2024, Paduka Yang Mulia, Ir. H.LM. Sjamsul Qamar, M.T., IPU., resmi dilantik sebagai Sultan Buton Ke-41 melalui prosesi adat Bulilingina Pau yang digelar pada hari Jumat, 18 Oktober 2024. Pelantikan ini menjadi momen bersejarah dalam kelangsungan Kesultanan Buton, yang telah menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat Buton.
Acara pelantikan yang dihadiri oleh berbagai tokoh adat, pejabat daerah, dan masyarakat luas ini berlangsung dengan khidmat di pusat Kesultanan Buton. Prosesi adat Bulilingina Pau, yang merupakan salah satu ritual sakral dalam adat Buton, menandai peralihan kepemimpinan Sultan Buton. Prosesi ini dipimpin langsung oleh para pemuka adat dan tokoh masyarakat Kesultanan Buton, memastikan bahwa setiap tahapan pelantikan dilakukan sesuai dengan tradisi yang telah diwariskan turun-temurun.
PYM.Ir. H.LM. Sjamsul Qamar, M.T., IPU., yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Dayanu Ikhsanuddin, telah lama dikenal sebagai tokoh akademik dan pemimpin yang berpengaruh di Baubau dan sekitarnya. Penunjukan beliau sebagai Sultan Buton Ke-41 oleh Lembaga Adat Kesultanan Buton pada awal Oktober lalu mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan, baik di lingkungan akademik maupun masyarakat umum. Dengan pelantikan ini, beliau diharapkan dapat membawa Kesultanan Buton ke arah yang lebih progresif sambil tetap menjaga nilai-nilai adat dan tradisi yang telah menjadi ciri khas kesultanan tersebut.
Pelantikan ini menambah babak baru dalam sejarah panjang Kesultanan Buton yang telah menjadi salah satu pusat kebudayaan dan agama di Sulawesi Tenggara. Peran Sultan Buton dalam kehidupan masyarakat tidak hanya sebatas simbol adat, tetapi juga sebagai pemimpin yang berfungsi sebagai penjaga moral dan budaya dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Buton.
Dengan dilantiknya Sultan Buton Ke-41, diharapkan dapat membawa semangat baru dalam upaya pelestarian nilai-nilai adat dan pengembangan kebudayaan Buton di Nusantara ini.