Kamis, 5 Desember 2024 - Baruga La Ode Malim Universitas Dayanu Ikhsanuddin menjadi saksi pelaksanaan acara Penyerahan Buku Tabungan Biaya Hidup Program Indonesia Pintar (PIP) Pendidikan Tinggi, yang digelar pada Kamis, 5 Desember 2024. Acara tersebut dihadiri oleh Kepala LLDIKTI Wilayah IX, para pimpinan perguruan tinggi penerima PIP, serta mahasiswa penerima manfaat dari berbagai kampus di Kepulauan Buton.Hadir dalam kegiatan ini, Rektor Universitas Dayanu Ikhsanuddin, Ir. LM. Sjamsul Qamar, M.T., IPU., yang juga bertindak sebagai tuan rumah, Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, La Baride, S.T., M.T., serta sejumlah Rektor dan pimpinan dari Perguruan Tinggi Swasta (PTS) lainnya. Empat PTS yang mahasiswanya menerima manfaat PIP Pendidikan Tinggi adalah:Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan),Universitas Muslim Buton,Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Wakatobi,Institut Teknologi dan Kesehatan Buton Raya.Dalam sambutannya, Ir. LM. Sjamsul Qamar, M.T., IPU., menyampaikan apresiasi kepada LLDIKTI Wilayah IX atas kepercayaannya kepada Unidayan sebagai tuan rumah kegiatan ini. Beliau juga menegaskan pentingnya program PIP dalam mendukung mahasiswa melanjutkan pendidikan tinggi, terutama bagi mereka yang berasal dari latar belakang ekonomi kurang mampu. "Program ini menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi," ujarnya.Kepala LLDIKTI Wilayah IX dalam sambutannya menekankan bahwa penyerahan buku tabungan biaya hidup ini adalah bagian dari upaya mendukung keberlanjutan pendidikan mahasiswa di perguruan tinggi. "Kami berharap program ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh mahasiswa untuk kebutuhan yang menunjang aktivitas akademik mereka," ungkapnya. Setelah sambutan, buku tabungan diserahkan secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa dari empat perguruan tinggi yang hadir.Acara diakhiri dengan sesi foto bersama antara Kepala LLDIKTI Wilayah IX, para pimpinan PTS, serta mahasiswa penerima manfaat PIP sebagai simbol kebersamaan dan dukungan terhadap keberlanjutan pendidikan di wilayah Kepulauan Buton.Melalui kegiatan ini, diharapkan program PIP Pendidikan Tinggi dapat terus memberikan manfaat yang signifikan bagi mahasiswa penerima, sekaligus mendorong terciptanya generasi unggul yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
SelengkapnyaBaubau, 4 Desember 2024 – Rektor Unidayan, Ir. LM. Sjamsul Qamar, M.T., IPU, menerima langsung rombongan yang dipimpin oleh Ketua ASPABI, Ir. Dwi Putranto, M.A., dan Ketua KICT, Dr. Lim, di Ruang Rapat Rektorat Unidayan. Kunjungan ini juga dihadiri oleh Utusan Direktorat Jendral Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil Kementrian Perindustrian serta jajaran dosen dan kepala program studi dari Prodi Teknik Sipil, Teknik Mesin, dan Teknik Pertambangan Unidayan.Dalam sambutannya, Rektor Unidayan menyampaikan apresiasi atas kunjungan ASPABI dan KICT, seraya menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, asosiasi, dan lembaga penelitian internasional dalam mendorong optimalisasi potensi Aspal Buton. “Aspal Buton adalah salah satu kekayaan alam strategis Indonesia, khususnya di Sulawesi Tenggara. Dengan adanya sinergi antara peneliti, asosiasi, dan akademisi, kita berharap dapat menciptakan inovasi yang tidak hanya bermanfaat secara lokal tetapi juga memiliki daya saing global.Ketua ASPABI, Ir. Dwi Putranto, M.A., dalam presentasinya menyoroti peran Aspal Buton sebagai solusi ramah lingkungan untuk kebutuhan infrastruktur di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa ASPABI saat ini telah merilis roadmap industri hilirisasi Aspal Buton, yang menjadi panduan strategis dalam mengoptimalkan pemanfaatan Aspal Buton untuk kebutuhan nasional maupun ekspor. "Roadmap ini menjadi langkah penting dalam mendorong hilirisasi yang efisien dan berkelanjutan, sehingga Aspal Buton dapat semakin dikenal di kancah internasional," ujarnya. Selain itu, ia menyampaikan bahwa kunjungan ASPABI bersama KICT kali ini bertujuan untuk meninjau langsung potensi Aspal Buton sekaligus melakukan peliputan mengenai bahan baku ini dalam konteks teknologi dan industri.Dalam kunjungan tersebut, rombongan ASPABI dan KICT juga menyatakan keinginan untuk mendengarkan pandangan dan pengalaman Ir. LM. Sjamsul Qamar, M.T., IPU., yang telah lama dikenal memiliki kontribusi signifikan dalam pengembangan Aspal Buton. Rektor Unidayan memiliki riwayat pengalaman yang panjang dalam dunia aspal nasional sejak bergabung dengan PT. Sarana Karya pada tahun 1983, perusahaan yang kala itu menjadi pelopor pengelolaan Aspal Buton. Pengalaman dan wawasan beliau menjadi salah satu alasan utama rombongan ini memilih Unidayan sebagai mitra diskusi strategis.Sementara itu, Dr. Lim, mewakili KICT, memaparkan pengalaman Korea dalam memanfaatkan sumber daya lokal untuk membangun infrastruktur berkelanjutan. Ia juga mengajak para akademisi dan mahasiswa Unidayan untuk terlibat dalam program riset kolaboratif internasional yang dapat membuka peluang besar bagi Aspal Buton untuk dikenal di pasar global.Rektor Unidayan, didukung oleh para dosen dari Prodi Teknik Sipil, Teknik Mesin, dan Teknik Pertambangan, menyatakan ketertarikannya untuk berpartisipasi aktif dalam penelitian terkait Aspal Buton. “Unidayan memiliki sumber daya akademik yang siap berkontribusi dalam pengembangan teknologi Aspal Buton. Kami berkomitmen untuk terlibat dalam penelitian kolaboratif ini, baik di tingkat lokal maupun internasional,” tegas Rektor.Selain diskusi mengenai pengembangan teknologi Aspal Buton, pertemuan ini juga diisi dengan dialog interaktif antara para peneliti KICT, dosen, dan mahasiswa Unidayan. Dialog ini membahas tantangan serta peluang riset di bidang teknik sipil, mesin, dan pertambangan, khususnya dalam mendukung eksplorasi dan pengolahan Aspal Buton yang berkelanjutan.Rektor Unidayan menutup pertemuan dengan harapan bahwa kunjungan ini akan menjadi langkah awal dari kolaborasi yang lebih intensif antara ASPABI, KICT, dan Unidayan. “Kami siap mendukung setiap inisiatif yang berorientasi pada pengembangan potensi lokal demi kemajuan masyarakat dan bangsa,” tambahnya.Kunjungan ini menjadi bukti nyata dari peran Unidayan sebagai perguruan tinggi yang aktif dalam menjalin kemitraan strategis untuk mendukung pengembangan teknologi berbasis potensi lokal, sekaligus membuka peluang bagi mahasiswa dan dosen untuk terlibat dalam riset yang berdampak nyata.
SelengkapnyaUnidayan – Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Dayanu Ikhsanuddin, La Baride, S.T., M.T., mengadakan pertemuan penting bersama unsur mahasiswa, Senin, 25 November 2024. Pertemuan ini bertujuan untuk membahas langkah strategis dalam mengaktifkan kembali organisasi kemahasiswaan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) di tingkat universitas.Dalam rapat tersebut, disepakati beberapa poin utama, di antaranya adalah pembentukan Penjabat (Pj) BEM Universitas dan Penjabat (Pj) MPM Universitas sebagai langkah awal. Struktur Pj ini dirancang untuk mengisi kekosongan kepemimpinan sementara, sekaligus mempersiapkan regenerasi organisasi kemahasiswaan secara berkelanjutan.Wakil Rektor III menegaskan bahwa setiap fakultas di Unidayan akan mengirimkan delegasi terbaiknya untuk menjadi bagian dari Pj BEM dan Pj MPM Universitas. Setiap BEM Fakultas, baik yang bersifat Penjabat (Pj) maupun definitif, wajib mengirimkan dua orang delegasi dengan persyaratan tertentu yang telah ditetapkan."Dari total delegasi yang terkumpul, akan dibentuk struktur kepengurusan Pj BEM dan Pj MPM Universitas yang terdiri dari enam posisi, yakni ketua, sekretaris, bendahara, serta tiga anggota. Ini berlaku untuk masing-masing organisasi, baik Pj BEM maupun Pj MPM," jelas Wakil Rektor III.Setelah struktur kepengurusan Pj BEM dan Pj MPM terbentuk, kepengurusan tersebut akan disahkan melalui Surat Keputusan (SK) Rektor Universitas Dayanu Ikhsanuddin. Hal ini bertujuan untuk memberikan legitimasi formal sekaligus mendukung pelaksanaan tugas-tugas organisasi secara optimal.Pertemuan ini diharapkan menjadi tonggak awal untuk membangkitkan kembali dinamika organisasi kemahasiswaan di Unidayan. "Kita semua memiliki harapan besar agar BEM dan MPM di tingkat universitas bisa menjadi motor penggerak kegiatan mahasiswa yang aktif, kreatif, dan inovatif," ujar Wakil Rektor III.Melalui langkah-langkah yang telah disepakati, Unidayan berkomitmen untuk terus mendukung keaktifan mahasiswa dalam berorganisasi, sebagai bagian dari pembentukan karakter pemimpin masa depan yang kompeten dan berintegritas.
Selengkapnya