Unidayan, 17 September 2024 – Dalam rangka menyambut tahun akademik 2024-2025, Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan) menggelar kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB). Acara yang berlangsung di Gedung Baruga La Ode Malim ini dihadiri oleh lebih dari 1141 mahasiswa baru yang dengan antusiasme tinggi siap memulai perjalanan akademis mereka.Acara PKKMB dibuka dengan rapat Senat Universitas Dayanu Ikhsanuddin, yang dipimpin oleh Ketua Senat sekaligus Rektor Unidayan, Ir. LM. Sjamsul Qamar, M.T., IPU. Dalam pidato pengukuhan, Rektor menyampaikan harapan dan motivasi kepada mahasiswa baru agar mereka dapat memanfaatkan kesempatan belajar ini sebaik-baiknya.“Saya mengucapkan selamat kepada adik-adik yang telah diterima sebagai bagian dari keluarga besar Unidayan. Pendidikan di perguruan tinggi tidak hanya menuntut kecerdasan intelektual, tetapi juga keseimbangan emosional dan spiritual. Kami mengajak seluruh mahasiswa baru untuk menjunjung tinggi nilai akhlak dan kebudayaan yang menjadi ciri khas Unidayan,” ujar Rektor dalam sambutannya.Rektor juga menekankan pentingnya tanggung jawab dalam menimba ilmu dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin dinamis. "Dunia kerja saat ini memerlukan lebih dari sekadar kemampuan intelektual. Kami berharap mahasiswa baru Unidayan dapat menjadi generasi penerus bangsa yang berprestasi dan berkarakter."Ketua Panitia PKKMB, La Baride, S.T., M.T., dalam laporannya mengungkapkan bahwa jumlah mahasiswa baru tahun ini diperkirakan akan terus bertambah. “Kami menyambut gembira kehadiran 1141 mahasiswa baru di Unidayan. Dengan semangat yang sama, kami berkomitmen memberikan layanan pendidikan berkualitas untuk membantu mahasiswa mencapai cita-citanya.”PKKMB Unidayan 2024 berlangsung selama dua hari. Pada hari pertama, fokus kegiatan berada di tingkat universitas, sedangkan pada hari kedua, mahasiswa akan diperkenalkan lebih dalam dengan fakultas dan program studi masing-masing. Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan bekal awal yang kuat bagi mahasiswa baru untuk beradaptasi dengan kehidupan akademik dan sosial di lingkungan kampus.Dengan semangat PKKMB, Unidayan terus berkomitmen untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki integritas, akhlak, dan wawasan kebangsaan yang tinggi.
SelengkapnyaPembekalan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Angkatan X Tahun Anggaran 2024/2025 dengan tema Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Potensi Lokal secara resmi dibuka pada tanggal 4 September 2024. Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua sesi, di mana sesi pertama diikuti oleh 267 peserta yang terdiri dari Program Studi Teknik Informatika, Manajemen, Teknik Sipil, dan Pendidikan Ekonomi. Sementara itu, sesi kedua diikuti oleh 270 peserta yang berasal dari Program Studi Ilmu Hukum, Akuntansi, Kesehatan Masyarakat, Ilmu Administrasi Negara, Pendidikan Matematika, Pendidikan Sejarah, Pendidikan Bahasa Inggris, Agroteknologi, Sosiologi, Teknik Pertambangan, dan Teknik Mesin.Lokasi pelaksanaan KKN-T ini direncanakan di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Buton dan Kabupaten Buton Selatan. Program ini bertujuan untuk mengembangkan ekonomi kreatif yang berbasis pada potensi lokal di wilayah tersebut. Diharapkan program ini dapat memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian masyarakat setempat.KKN-T merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Melalui program ini, mahasiswa diharapkan dapat memperdalam pemahaman mereka mengenai kondisi sosial, budaya, dan ekonomi di wilayah penempatan. Lebih dari itu, para peserta juga diharapkan mampu berinovasi dan menerapkan ilmu yang telah mereka peroleh selama masa perkuliahan untuk mendukung pengembangan ekonomi lokal yang berkelanjutan.
SelengkapnyaUnidayan, 30 Agustus 2024 - Lembaga Riset dan Inovasi (LeRIn) Unidayan berhasil menyelenggarakan acara pameran foto, pemutaran film dokumenter dan diskusi budaya berjudul "Pomanduno, Generasi Terakhir Pembuat Gerabah Tatap Landas di Pulau Buton". Acara yang bertempat di Baruga Istana Ilmiah Unidayan.Film dokumenter ini merupakan karya Rustam Awat, S.S., M.Hum., Seorang dosen Program Studi Pendidikan Sejarah Unidayan, yang juga dikenal sebagai seniman dan penggiat budaya. Karya ini lahir dari kegelisahan dan keprihatinan terhadap kondisi para pomanduno, pengrajin gerabah tradisional di Pulau Buton, yang semakin hari semakin berkurang jumlahnya. Melalui film ini, Rustam Awat mencoba merekam perjalanan para pengrajin gerabah yang kini menjadi generasi terakhir yang mewarisi keahlian membuat gerabah dengan teknik tatap landas, sebuah teknik pembuatan gerabah tradisional yang telah dikenal sejak zaman prasejarah.Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan. Hadir dalam acara tersebut, Dr. Syamsul Una, S.Pd., M.Pd., Wakil Rektor Bidang Kerjasama, Pengembangan, dan Sistem Informasi Unidayan, serta Dr. La Ode Syaiful Islamy H., S.Sos., M.Si., Kepala LeRIn Unidayan. Turut hadir pula tokoh seni dan budaya, Dr. Laode Abdul Munafi, S.Pd., M.Pd., yang juga merupakan Dosen Program Studi Ilmu Hukum Unidayan, bersama dengan sejumlah tokoh seni dan budaya lainnya.Diskusi budaya yang menyertai pemutaran film ini membahas secara mendalam tentang tradisi pembuatan gerabah dan tantangan yang dihadapi oleh para pengrajin gerabah di Pulau Buton. Para peserta diskusi mengapresiasi usaha pelestarian budaya ini dan menggarisbawahi pentingnya upaya dokumentasi serta pengembangan kapasitas para pengrajin untuk menjaga keberlangsungan tradisi yang hampir punah ini.Pameran foto yang diselenggarakan bersamaan dengan pemutaran film turut menampilkan potret-potret para pomanduno dalam aktivitas sehari-hari mereka. Foto-foto ini menggambarkan perjuangan dan dedikasi para pengrajin dalam mempertahankan tradisi yang diwariskan oleh leluhur mereka. Karya visual ini tidak hanya menyajikan keindahan seni gerabah, tetapi juga menyampaikan pesan penting mengenai kelestarian budaya lokal.Acara ini terselenggara atas dukungan dari program Dana Indonesiana, yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Program ini bertujuan untuk mendukung kegiatan-kegiatan yang berkontribusi terhadap pelestarian budaya dan pengembangan seni tradisional di Indonesia.Melalui pemutaran film dokumenter dan pameran foto ini, Kepala LeRIn Unidayan, Bapak Dr. La Ode Syaiful Islamy H., S.Sos., M.Si., berharap dapat menginspirasi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih peduli terhadap warisan budaya lokal dan berperan aktif dalam upaya pelestariannya. Acara ini juga menjadi bukti komitmen Unidayan dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam hal pengabdian kepada masyarakat dan pengembangan budaya.Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan tradisi pembuatan gerabah di Pulau Buton tetap terjaga dan dapat terus diwariskan kepada generasi mendatang, sehingga budaya dan kearifan lokal yang menjadi identitas masyarakat Buton tidak akan hilang ditelan zaman.
Selengkapnya