Rabu, 19 Juli 2023 - Fakultas Kesehatan Masyarakat melakukan sebuah kegiatan pengabdian yang berfokus pada analisis mendalam terhadap sistem pengolahan sampah di Tempat Pengelolaan Akhir (TPA) Wakonti. Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi efisiensi dan efektivitas dari tiga tahapan pengolahan sampah yang ada di lokasi tersebut. Dengan melakukan penelitian dan pengamatan, fakultas ini berupaya memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.TPA Wakonti, yang terletak di daerah setempat, merupakan salah satu tempat penampungan akhir sampah bagi wilayah sekitar. Melalui kegiatan pengabdian ini, Fakultas Kesehatan Masyarakat berusaha meningkatkan pemahaman tentang proses pengelolaan sampah yang tepat dan berkelanjutan, guna meminimalkan dampak negatifnya terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan.Fokus utama dari kegiatan ini adalah menganalisis tiga tahapan utama dalam sistem pengolahan sampah di TPA Wakonti, yaitu:Tahap Pengumpulan Sampah: Tim peneliti dan tenaga pengabdian dari fakultas bekerja sama dengan pihak terkait di TPA Wakonti untuk memahami dan mengevaluasi proses pengumpulan sampah. Tujuan dari tahap ini adalah untuk mengetahui sejauh mana sampah yang terkumpul sesuai dengan kriteria dan jenisnya, serta menilai efisiensi proses pengumpulan sampah secara keseluruhan.Tahap Penampungan Air Lindi: Air lindi adalah hasil samping dari proses dekomposisi sampah organik. Dalam tahap ini, tim peneliti meneliti bagaimana air lindi diolah dan ditampung dengan benar untuk mencegah pencemaran lingkungan. Evaluasi terhadap proses ini diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih lanjut tentang upaya perlindungan terhadap kualitas air tanah di sekitar TPA.Tahap Pembuatan Kompos: Salah satu pendekatan yang ramah lingkungan dalam mengelola sampah adalah dengan pembuatan kompos. Tim peneliti menilai proses pembuatan kompos dari sampah organik yang ada di TPA Wakonti. Hal ini dilakukan untuk menilai tingkat efektivitas dan kualitas kompos yang dihasilkan, serta memberikan saran perbaikan jika diperlukan.Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pihak pengelola TPA Wakonti untuk meningkatkan kinerja sistem pengolahan sampahnya. Selain itu, data dan informasi yang terkumpul dari penelitian ini juga dapat dijadikan referensi oleh pihak terkait, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam upaya membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih baik dan berkelanjutan.Dalam pernyataannya Dr. Rininta Andriani, Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat menyatakan,"Kami berharap melalui kegiatan pengabdian ini, Fakultas Kesehatan Masyarakat dapat memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar TPA Wakonti. Pengelolaan sampah yang efisien dan efektif sangat penting untuk menjaga kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat secara keseluruhan."Dengan semangat pengabdian dan kepedulian terhadap lingkungan, kegiatan ini menjadi langkah konkret yang diambil oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat dalam mendukung upaya pelestarian alam dan kesejahteraan masyarakat lokal.
SelengkapnyaHari Selasa, tanggal 18 Juli 2023 kemarin, Mahasiswa Program Studi Pertambangan dari Fakultas Teknik Universitas Unidayan melakukan kuliah lapangan di Kelurahan Masiri, Kabupaten Buton Selatan. Kuliah lapangan ini merupakan bagian dari mata kuliah Geologi Struktur Teknik Pertambangan yang bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan berbagai tipe batuan yang terdapat di sekitar pinggir Sungai Masiri.Mengambil langkah pertama mereka menyusuri sungai, mahasiswa dengan antusiasme mempersiapkan peralatan geologi dan alat tulis untuk mencatat hasil penelitian mereka. Tim mahasiswa, dibimbing oleh para dosen ahli dalam bidang geologi dan pertambangan, melakukan survei secara menyeluruh terhadap batuan-batuan yang ditemukan di lokasi tersebut.Sungai Masiri di Kabupaten Buton Selatan menawarkan keanekaragaman batuan yang menarik, termasuk batuan sedimen, bebatuan metamorf, dan batuan beku. Mahasiswa dengan cermat menyusuri tepian sungai, menganalisis formasi batuan yang terlihat menarik dan unik. Mereka mencatat setiap detail penting termasuk tekstur, komposisi mineral, struktur, dan morfologi batuan.Salah satu temuan menarik adalah ditemukannya lapisan batuan sedimen yang menunjukkan bukti awal adanya proses geologi berupa pengendapan. Hasil penelitian tersebut dapat memberikan wawasan baru dalam pemahaman sejarah geologis kawasan Sungai Masiri, dan potensi sumber daya mineral yang terkandung di dalamnya.Dalam kuliah lapangan yang berlangsung sepanjang hari, mahasiswa juga diajak untuk menggambarkan bentuk dan pola batuan yang mereka temui dalam bentuk sketsa. Sketsa tersebut nantinya akan digunakan sebagai bagian dari laporan penelitian mereka, sebagai bentuk dokumentasi visual atas temuan yang ditemukan.L.M. Hilman Kurnia, S.T., M.T., salah satu dosen pengajar mata kuliah Geologi Struktur Teknik Pertambangan, menyatakan bahwa eksplorasi lapangan ini memberikan pengalaman tak ternilai bagi para mahasiswa dalam mengidentifikasi dan menganalisis batuan secara langsung. Lebih lanjut, dia berharap bahwa kegiatan ini akan menginspirasi mahasiswa untuk semakin tertarik dan berkontribusi dalam bidang geologi dan pertambangan di masa depan.Kuliah lapangan di Sungai Masiri ini tidak hanya menjadi perjalanan edukatif yang bermanfaat bagi para mahasiswa, tetapi juga meningkatkan apresiasi mereka terhadap keindahan alam dan kekayaan geologi yang dimiliki oleh Indonesia. Diharapkan, penelitian ini dapat menjadi landasan bagi pengembangan potensi pertambangan yang berkelanjutan di kawasan tersebut.Dengan semangat berburu pengetahuan baru, kuliah lapangan ini menjadi salah satu momen berharga bagi mahasiswa Program Studi Pertambangan Fakultas Teknik Unidayan dalam mengeksplorasi pesona geologi Buton Selatan.
SelengkapnyaSebanyak 17 mahasiswa dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Dayanu Ikhsanuddin terpilih dalam Program Kampus Mengajar Angkatan VI Tahun 2023 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI). Keberhasilan mereka dalam seleksi ini akan membawa mereka ke daerah-daerah terpencil untuk memberikan kontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.Program Kampus Mengajar adalah inisiatif Kemendikbud RI yang bertujuan untuk memberikan pengalaman mengajar kepada mahasiswa di daerah terpencil, dengan harapan dapat meningkatkan aksesibilitas pendidikan yang merata di seluruh wilayah Indonesia. Para mahasiswa terpilih akan ditempatkan di sekolah-sekolah di daerah terpencil dan mengajar Bahasa Inggris kepada siswa tingkat SD dan SMP. Mereka akan membantu meningkatkan minat dan kemampuan siswa dalam mempelajari Bahasa Inggris melalui pendekatan yang interaktif dan inovatif.Selamat kepada kalian semua yang terpilih untuk menjadi bagian dari Program Kampus Mengajar. Keberhasilan ini adalah bukti dari dedikasi, kecerdasan, dan semangat kalian dalam berkontribusi dalam dunia pendidikan di daerah terpencil.1. Muamar (20231030)2. Awang Reski Saiman (20231017)3. Alda Rahmania Muin (20231037)4. Nurfatma Ariyanti Zain (20231038)5. Wa Ode Sitti Reskianti (120231050)6. Rista (20231014)7. Ferlina(20231004)8. Yully andriani (20231047)9. Fitri (20231043)10. Nurfianti Sari (20231015)11. Nur Siamu La Sudi (20231025)12. Aniarti (20231023)13. Yuzrifa (20231007)14. Ardy Hidayat (20231051)15. Wa Ode Resti (20231028)16. Nurqadrial (20231012)17. Yusmitha Ali Said (20231008)
Selengkapnya